Jumat, 23 Desember 2011

29 Desember 2011

Kamis, 29 Desember 2011
Luk 2:22-35

22 Tibalah saatnya Yusuf dan Maria menjalankan adat penyucian menurut hukum Musa. Jadi mereka membawa Anak itu ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan. 23 Sebab di dalam Hukum Tuhan tertulis begini, "Setiap anak laki-laki yang sulung, harus diserahkan kepada Tuhan." 24 Mereka juga bermaksud mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda, seperti yang ditentukan dalam Hukum Tuhan. 25 Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia, 26 dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan. 27 Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama. 28 Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya, lalu memuji Allah, 29 "Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tentram. 30 Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada-Mu. 31 Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa: 32 bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada-Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat-Mu Israel." 33 Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka. 34 Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, 35 dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam."
Ayat Emas : " Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji Mu. Biarlah hambaMu ini meninggal dengan tentram. Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripadaMu." ( Luk.2:29)


MENEPATI JANJI

Nanti sore kita kerja kelompok di rumah Simon. Teman-teman saya harap datang pukul empat. Datang tepat waktu ya..." kata Dita kepada teman-teman anggota kelompoknya. Fani dengan segera menanggapi ajakan Dita dengan berjanji akan datang tepat waktu." Aku janji nanti akan datang lebih awal. Rumahku dan rumah Simon jaraknya tidak jauh."
Jarum jam dinding sudah menunjuk pukul 16.30. Seluruh anggota kelompok sudah hadir di rumah Simon, kecuali Fani. Tidak lama kemudian Fani datang dengan terburu-buru, melihat Fani datang terlambat, teman-teman yang lain merasa jengkel dengan Fani. Namun Dita sebagai ketua kelompok meminta Fani untuk menjelaskan alasan keterlambatan dan meminta maaf pada anggota kelomopok atas keterlambatannya. Janji yang tidak ditepati akan mengecewakan orang lain. Janji yang selalu terpenuhi membahagiakan orang lain.
Tuhan tidak pernah berdusta atas janji yang dibuat-Nya. Kita sering tidak setia menjalankan janji-janji kita , sehingga sering membuat orang lain kecewa. ( Restu Dwi )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar