Kamis, 16 Februari 2012

18 Februari 2012

Sabtu,18 Febuari 2012
Mrk 9:2-13
2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus dengan Yakobus dan saudaranya Yohanes, menyendiri ke sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka Yesus berubah rupa. 3 Pakaian-Nya menjadi putih berkilauan. Tidak ada seorang penatu pun di dunia ini yang dapat mencuci seputih itu. 4 Kemudian ketiga orang pengikut-Nya itu melihat Yesus bercakap-cakap dengan Elia dan Musa. 5 Maka Petrus berkata kepada Yesus, "Pak Guru, enak sekali kita di sini. Baiklah kami mendirikan tiga kemah: satu untuk Bapak, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia." 6 Sebenarnya Petrus tidak tahu apa yang ia harus katakan, sebab ia dengan kedua temannya sedang ketakutan sekali. 7 Kemudian awan meliputi mereka dan dari awan itu terdengar suara yang berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Dengarkan Dia!" 8 Cepat-cepat mereka melihat sekeliling mereka, dan tidak lagi melihat siapa pun di situ bersama mereka, kecuali Yesus saja. 9 Waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus memperingatkan mereka, "Jangan memberitahukan kepada siapa pun apa yang kalian lihat tadi sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari kematian." 10 Mereka mentaati pesan itu, tetapi di antara mereka sendiri mereka mulai mempercakapkan apa maksud Yesus dengan "hidup kembali dari kematian". 11 Maka mereka bertanya kepada-Nya, "Mengapa guru-guru agama berkata bahwa Elia mesti datang terlebih dahulu?" 12 Yesus menjawab, "Elia memang datang terlebih dahulu untuk membereskan segala sesuatu. Tetapi bagaimanakah halnya dengan Anak Manusia? Apa sebab di dalam Alkitab tertulis bahwa Ia akan banyak menderita dan dihina orang? 13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, dan orang-orang memperlakukan dia semau mereka. Itu cocok dengan yang sudah tertulis dalam Alkitab tentang dirinya."

Ayat emas:
“Inilah anak-Ku yang kukasihi, Dengarkanlah dia!” (mrk 9:7b)

AKU BANGGA MENDENGARKAN KRISTUS

Datang-datang Vincent tampak jengkel. Setelah bermain sepak bola dengan teman-teman dekat rumahnya, masalahnya karena teman-temannya sedikit nakal dan agak olok-olokan, yang kurang baik karena dia pengikut Yesus. Dan kejengkelannya ia sampaikan pada ibunya yang saat itu sedang bersantai dengannya. Ibu yang mendengar cerita Vincent hanya menasihati “kamu tidak usah jengkel Vin, kamu ingat ngga bagaimana dulu juga Tuhan Yesus di olok-olok, bahkan sampai harus wafat disalib, namun akhirnya Ia bangkit” Demikian ibunya mengingatkan. Kamu tidak usah jengkel atau marah, tetaplah baik dan berteman dengan mereka. Vincent akhirnya menyadari bahwa ibunya benar, ia berjanji akan tetap baik dan mau berteman dengan mereka. Bukankah dengan begitu, ia juga telah mendengarkan Yesus, yaitu dengan belajar sabar dari Tuhan Yesus sendiri. (Anna Dyahmari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar