Jumat, 17 Juni 2011

21 Juni 2011

Selasa, 21 Juni 2011
Matius 7:6,12-14
6 Jangan berikan barang yang suci kepada anjing, supaya anjing itu jangan berbalik dan menyerangmu. Dan jangan berikan mutiara kepada babi, supaya babi itu jangan menginjak-injak mutiara itu." 12 Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi." 13 "Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya. 14 Tetapi sempit dan sukarlah pintu dan jalan yang membawa orang kepada hidup. Dan hanya sedikit orang yang menemukannya."

Ayat Emas : Jangan berikan barang yang suci kepada anjing, supaya anjing itu jangan berbalik dan menyerangmu. Dan jangan berikan mutiara kepada babi, supaya babi itu jangan menginjak-injak mutiara itu." (Matius 7:6)

ROSARIO
            Cilla sedang berpikir tentang hadiah apa yang akan ia berikan pada Victor saat ulangtahunnya nanti. Kemudian terlintas dalam benaknya untuk pergi ke took rohani saja siapa tahu ada barang berguna yang bisa ia dapatkan di sana. Setelah mengelilingi seluruh took tersebut, ia melihat Rosario, lantas kembali terpikir olehnya, nah, mungkin Rosario ini lebih berguna biar ia selalu ingat berdoa. Setelah membeli Rosario itu Cilla pun segera kembali ke rumah dan membungkusnya dengan kertas kado. Keesokan harinya, Cilla segera menemui Victor dan memberikan hadiah ulang tahunnya tersebut.
            Hari berlalu, dan ketika bertemu kembali dengan Victor ia bertanya, Bagaimana dengan rosarionya, apa sudah dipakai untuk berdoa? Tapi Viktor kebingungan menjawab sebab ia sendiri lupa Rosario itu terselip dimana. Lantas ia berbohong pada Cilla untuk membuatnya tenang, Tentu dong. Apalagi Rosario itu hadiah dari kamu. Cilla merasa senang karena Victor yang dulu jarang berdoa, kini telah mau berdoa berkat Rosario pemberiannya. Tapi ia tidak tahu kalau sebenarnya Victor telah berbohong padanya.
            Sikap Victor itu bukan hanya tidak terpuji, tapi sangat buruk. Jangan ditiru. Kita pun harus berhati-hati bila ingin memberikan sesuatu pada orang lain, jangan sampai pemberin kita itu menjadi sia-sia. Demikian juga bila menasehati orang, lebih baik kita lihat terlebih dahulu apakah ia mau mendengarkan nasihat kita atau tidak. Jangan sampai kita yang hendak bermaksud baik justru dianggap ingin mencelakainya sehingga ia berbalik memusuhi kita.
(Febri)

20 Juni 2011

Senin, 20 Juni 2011
Matius 7:1-5
1 "Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah.
2 Sebab sebagaimana kalian menghakimi orang lain, begitu juga Allah akan menghakimi kalian. Dan ukuran yang kalian pakai untuk orang lain, akan dipakai juga oleh Allah untuk kalian.
3 Mengapa kalian melihat secuil kayu dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kalian perhatikan? 4 Bagaimana kalian dapat mengatakan kepada saudaramu, 'Mari saya keluarkan kayu secuil itu dari matamu,' sedangkan di dalam matamu sendiri ada balok? 5 Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, barulah engkau melihat dengan jelas, dan dapat mengeluarkan secuil kayu dari mata saudaramu.
Ayat Emas : Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah. (Matius 7:1)

LUPA
            Pada hari Rabu, murid-murid kelas 3 SD Nusa Bangsa mengadakan olah raga bersama. Maka semua murid dan guru keluar ke lapangan. Setelah jam olah raga bersama itu usai, para murid pun kembali ke ruang kelas untuk kembali berganti pakaian seragam sekolah. Ketika itulah, tiba-tiba Rina menangis di dalam kelas. Sehingga semua teman-temannya pun segera mendekatinya dan menanyakan apa yang membuatnya menangis.
            Ternyata Rina kehilangan uang saku dan ia pun menuduh Tuti, teman sebangkunya, yang telah mengambilnya. Tentu saja Tuti kaget dan marah karena ia merasa tidak melakukan perbuatan yang telah mengambilnya. Tentu saja Tuti kaget dan marah karena ia merasa tidak melakukan perbuatan yang tercela itu. Akhirnya ibu guru melerai pertengkaran itu dan ia memeriksa tas semua murid yang ada di kelas tersebut. Ketika permeriksaan itu berlangsung, tiba-tiba datanglah Frida, salah seorang murid kelas 5 dan ia mendekati ibu guru sambil berkata, “ Bu, ini uang Rina, tadi sebelum jam olah raga ia menitipkannya pada saya. Maafkan Rina Bu, mungkin ia lupa, ternyata uang Rina tidak hilang tapi ia lupa bila telah menitipkannya pada Frida.
            Rina telah terburu menuduh dan menghakimi Tuti sebelum mencoba mencari uangnya terlebih dahulu. Peristiwa itu telah mengajarkan kepada kita untuk selalu berhati-hati dalam bertindak, terlebih lagi untuk tidak mudah menghakimi orang lain atau menuduh tanpa bukti.
 (Animo)

19 Juni 2011

Minggu, 19 Juni 2011
Yohanes 3:16-18
16 Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. 17 Sebab Allah mengirim Anak-Nya bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya. 18 Orang yang percaya kepada-Nya tidak dihukum. Tetapi orang yang tidak percaya sudah dihukum oleh Allah, karena ia tidak percaya kepada Anak Allah yang tunggal.

Ayat Emas : Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. (Yohanes 3:16)

PENGORBANAN ORANG TUA
            Sekarang harga susu sangat mahal, sementara itu Bu Tarmi hanyalah seorang penjual makanan kecil di sekolah. Penghasilannya tidak cukup untuk membelikan susu untuk Tarno, anaknya yang masih bayi. Disamping itu ia juga masih harus membayar biaya sekolah Jarwo yang masih duduk kelas III SD.
            Dulu, ketika Tarno belum lahir, Bu Trami masih bisa mengumpulkan sedikit sisa hasil jualannya untuk menghidupi keluarganya dan membiayai sekolah Jarwo. Tapi sekarang ia sudah tidak dapat lagi menyisihkannya, bahkan untuk makan sehari-hari saja kurang. Jarwo sangat sedih melihat keadaan ibunya, tapi ia sendiri tidak dapat berbuat banyak untuk meringankan beban orang tua. Kini Jarwo pun harus rela makan sekali sehari.
            Lama kelamaan keadan rumah tangga Bu Tarmi semakin memprihatinkan, karena anak-anak sekolah mulai jarang membeli makanan yang dijualnya. Akhirnya Bu Tarmi berhenti berjualan dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Meskipun demikian. Penghasilannya masih belum dapat mencukupi kebutuhan kedua anaknya. Demi kedua anaknya itu Bu Tarmi mencoba memberanikan diri untuk berhutang pada tetangganya yang kaya. Akhirnya ia berhasil mendapatkan pijamnan dengan bunga yang sangat tinggi. Bu Tarmi tidak punya pilihan lain kecuali menerima tawaran pinjaman itu.
            Setelah beberapa bulan, ternyata ia tetap tak sanggup membayar utangnya. Akhirnya ia diminta untuk bekerja di tempat orang kaya itu tanpa menerima bayaran. Bu Tarmi rela melakukan semuanya itu demi menghidupi kedua anaknya.
            Memang nasib Bu Tarmi sangat menyedihkan, tapi lebih menyedihkan Allah, sebab ia sampai merelakan anakNya sendiri untuk menyelamatkan kita. Sungguh kita akan menjadi anak-anak yang durhaka jika tidak tahu membalas kebaikkan Allah dengan mengasihiNya. Karena itu cintailah Allah dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (Selasih)

18 Juni 2011

Sabtu, 18 Juni 2011
Matius 6:24-34
24 "Tidak seorang pun dapat bekerja untuk dua majikan. Sebab ia akan lebih mengasihi yang satu daripada yang lain. Atau ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada kepada yang lain. Begitulah juga dengan kalian. Kalian tidak dapat bekerja untuk Allah dan untuk harta benda juga. 25 Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian? 26 Lihatlah burung di udara. Mereka tidak menanam, tidak menuai, dan tidak juga mengumpulkan hasil tanamannya di dalam lumbung. Meskipun begitu Bapamu yang di surga memelihara mereka! Bukankah kalian jauh lebih berharga daripada burung? 27 Siapakah dari kalian yang dengan kekhawatirannya dapat memperpanjang umurnya biarpun sedikit? 28 Mengapa kalian khawatir tentang pakaianmu? Perhatikanlah bunga-bunga bakung yang tumbuh di padang. Bunga-bunga itu tidak bekerja dan tidak menenun; 29 tetapi Raja Salomo yang begitu kaya pun, tidak memakai pakaian yang sebagus bunga-bunga itu!

Ayat Emas : Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian? (Matius 6:25)

PERCAYA DIRI
            Sandi adalah anak dari sebuah keluarga miskin. Dalam hatinya, ia selalu merasa cemas dan malu setiap kali hendak pergi ke sekolah Minggu, hingga akhirnya ia pun tak pernah mau datang dalam kegiatan tersebut. Bahkan, ketika ia menerima undangan untuk ikut serta dalam perayaan paskah bersama pun ia sangat takut bila teman-temannya tidak ada yang mau bergaul dengannya karena ia tidak memiliki baju bagus. Namun saat ia hadir dalam perayaan itu, ternyata sambutan teman-teman tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya. Akan tetapi, mereka justru segera mendekati dan mengajaknya bermain bersama.
            Sejak saat itu, Sandi semakin percaya bahwa Tuhan sangat menyayanginya melalui teman-temannya dan ia tak perlu mencemaskan lagi keadaannya yang miskin. Mulai sekarang, kita pun harus percaya diri sebab Tuhan sendirilah yang selalu mendampingi kita. (Uci)

17 Juni 2011

Jumat, 17 Juni 2011
Matius 6:19-23
19 "Janganlah mengumpulkan harta untuk dirimu di dunia, di mana rayap dan karat dapat merusaknya dan pencuri datang mencurinya. 20 Sebaliknya, kumpulkanlah harta di surga, di mana rayap dan karat tidak merusaknya, dan pencuri tidak datang mencurinya. 21 Karena di mana hartamu, di situ juga hatimu!" 22 "Mata adalah lampu untuk badan. Kalau matamu jernih, seluruh badanmu terang-benderang. 23 Tetapi kalau matamu kabur, seluruh badanmu gelap-gulita. Jadi kalau lampu di dalam dirimu itu gelap, alangkah pekatnya kegelapan itu!"

Ayat Emas : "Mata adalah lampu untuk badan. Kalau matamu jernih, seluruh badanmu terang-benderang. (Matius 6:22)

RAKUS
            Tono adalah salah satu siswa SD Harapan Bangsa. Di depan sekolahnya ada seorang ibu penjual kue, namanya Bu Ratih. Meskipun baju yang dikenakan Bu Ratih itu sudah using namun tetap tampak rapih. Demikian juga dengan kue yang ia jual pun sangat enak, bersih dan harganya murah. Oleh karenanya, banyak siswa yang lebih suka jajan di tempatnya. Bu Ratih memiliki seorang anak yang bernama Rudi, yang juga sekolah di SD Harapan Bangsa tersebut. Sayangnya Rudi adalah anak yang sangat nakal dan suka mencuri. Suatu kali, saat jam istirahat, Rudi yang sedang bermain dengan Tono dipanggil ibunya untuk dimintai tolong menjaga dagangannya sebentar, karena ibunya hendak mengantar kue pesanan ke kantor. Kemudian Rudi yang ditemani Tono pun menggantikan ibunya untuk beberapa saat. Namun, ketika ibunya meninggalkan mereka dan berjalan ke kantor, Rudi justru memakan kue-kue dan mencuri uang ibunya. Melihat perbuatan Rudi itu, Tono sudah berulang kali mencoba mencegah dan menasihatinya. Tapi Rudi tetap saja tidak mau mendengarkannya. Ketika melihat ibunya telah berjalan kembali dari kantor, Rudi pun segera meninggalkan tempat itu dan segera berlari ke seberang jalan untuk membeli jajanan lainnya meskipun sebenarnya jalanan itu terlihat tidak bersih, lantas, apa akibatnya? Rudi bukannya dapat menikmati jajanan itu, melainkan ia menjadi sakit perut.
            Rudi telah melakuka kesalahan besar. Ia telah mencuri kue dan uang ibunya, dan menjajakan uang hasil curian itu hanya untuk memenuhi kesenangannya sendiri tanpa memikirkan keadaan ibunya yang sedang bersusah payah. Bahkan , ia pun tidak mau mendengarkan nasihat Tono, temannya. Akibat dari kerakusan dan ketidakpedulinnya itu. Kini ia justru menderita. Bila kita mau menyadari secara sungguh-sungguh, sebenarnya Tuhan itu memberikan berkat itu untuk sampai kepada kita. Oleh karena itu, marilah kita terus berusaha untuk tetap berjalan di jalan terang Tuhan dengan selalu hidup jujur dan menggunakan panca indra kita untuk melakukan hal-jhal yang baik, serta berserah diri mengikuti kehendaknya, supaya berkatnya itu tetap mengalir dalam seluruh hidup kita. (Maharani)

Kamis, 09 Juni 2011

16 Juni 2011

Kamis, 16 Juni 2011
Matius 6:7-15
7 Kalau kalian berdoa, janganlah bertele-tele seperti orang-orang yang tak mengenal Tuhan. Mereka menyangka bahwa permintaan mereka akan didengar sebab doa mereka yang panjang itu. 8 Jangan seperti mereka. Bapamu sudah tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian memintanya. 9 Jadi berdoalah begini, 'Bapa kami di surga: Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati. 10 Engkaulah Raja kami. Semoga Engkau memerintah di bumi dan kehendak-Mu ditaati seperti di surga. 11 Berilah pada hari ini makanan yang kami perlukan. 12 Ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. 13 Janganlah membiarkan kami kehilangan percaya pada waktu kami dicobai tetapi lepaskanlah kami dari kuasa si Jahat. [Engkaulah Raja yang berkuasa dan mulia untuk selama-lamanya. 14 Kalau kalian mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Bapamu di surga pun akan mengampuni kesalahanmu. 15 Tetapi kalau kalian tidak mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Ayat Emas : Tetapi kalau kalian tidak mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:15)

BELAJAR MEMAAFKAN
            Pada hari ini, Lisa berulang tahun yang ke 8, Lisa mendapatkan hadiah dari orang tuanya berupa gaun cantik berwarna putih. Gaun itu akan dikenakan saat merayakan pesta ulang Tahunnya bersama teman-temannya.
            Pukul 5 sore, pesta ulang tahun dimulai, Lisa pun segera berdandan cantik untuk tampil menawan. Lisa memang terlihat sangat anggun mengenakan gaun pemberian orang tuanya itu. Ketika ia hendak naik ke panggung, tiba-tiba Stefanus, adik Lisa, menumpahkan es coklat dan mengenai gaun Lisa. Akibat dari kejadian itu, Stefanus menjadi ketakutan dan segera ia meminta maaf. Melihat Stefanus yang menysali perbuatannya itu, Lisa pun hanya tersenyum dan berkata, lain kali hati-hti ya. Kemudian, Lisa kembali turun dari panggug dan berjalan kembali menuju kamarnya untuk ganti gaun yang lainnya. Papa dan Mama Lisa sangat senang melihat Lisa yang mau memaafkan adiknya itu.
            Lisa telah menjalankan Firman Tuhan untuk saling memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain dan untuk selalu mengasihi semua orang. (Wijayanto)

15 Juni 2011

Rabu, 15 Juni 2011
Matius 6:1-6,16-18
1 "Ingatlah, jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang. Kalau kalian berbuat begitu, kalian tidak akan diberi upah oleh Bapamu di surga. 2 Jadi, kalau kalian memberi sedekah kepada orang miskin, janganlah menggembar-gemborkan hal itu seperti yang dilakukan oleh orang-orang munafik. Mereka suka melakukan itu di dalam rumah ibadat dan di jalan raya, supaya dipuji orang. Ingatlah, mereka sudah menerima upahnya. 3 Tetapi kalian, kalau kalian memberi sedekah, berikanlah dengan diam-diam, sehingga tidak ada yang tahu. 4 Biarlah perbuatanmu itu tidak diketahui oleh siapa pun, kecuali Bapamu di surga. Ia melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan memberi upah kepadamu." 5 "Kalau kalian berdoa, janganlah seperti orang-orang yang suka berpura-pura. Mereka suka berdoa sambil berdiri di rumah ibadat dan di simpang jalan supaya dilihat orang. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima. 6 Tetapi kalau kalian berdoa, masuklah ke kamar dan tutuplah pintu, lalu berdoalah kepada Bapamu yang tidak kelihatan itu. Maka Bapamu yang melihat perbuatanmu yang tersembunyi akan memberi upah kepadamu. 16 "Kalau kalian berpuasa, janganlah bermuka muram seperti orang yang suka berpura-pura. Mereka mengubah air mukanya supaya semua orang tahu bahwa mereka berpuasa. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima. 17 Tetapi kalau kalian berpuasa, cucilah mukamu dan sisirlah rambutmu, 18 supaya tak ada yang tahu bahwa kalian berpuasa, kecuali Bapamu yang tidak kelihatan itu saja. Dia melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan memberi upah kepadamu."

Ayat Emas :  "Kalau kalian berdoa, janganlah seperti orang-orang yang suka berpura-pura. Mereka suka berdoa sambil berdiri di rumah ibadat dan di simpang jalan supaya dilihat orang. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima. (Matius 6:5)

MAKSUD DOA
            Dulu Inge mendapat tugas sekolah untuk mengikuti misa setiap minggu dan usai misa meminta tanda tangan pastor yang saat itu memimpin misa tersebut sebagi bukti keikutsertaannya dalam misa di Gereja. Ketika itu Inge selalu ke Gereja setiap minggu dan meminta tanda tangan pastor. Iapun bangga saat dipuji oleh guru karena kerajinannya ke Gereja dan akhirnya mendapatkan nilai bagus.
            Ketika sudah kelas VI Inge telah menerima komuni dan tidak mendapatkan tugas itu lagi. Ia telah dianggap sudah menyadari kebutuhannya sendiri untuk ikut merayakan misa dan berjumpa Yesus sert menyambut tubuh dan darahNya. Namun, Inge tidak demikian, karena tidak mendapatkan tugas lagi dan tidak dinilai guru, kini ia jarang ke Gereja.
            Hendaknya, bila berdoa bukanlah supaya dilihat dan dipuji orang, bukan pula supaya mendapatkan nilai bagus. Yesus mengajarkan tentang niat kita berdoa yakni untuk menjalin hubungan dekat dengan Tuhan. Karena itu, bila berdoa carilah tempat yang tidak terlihat orang supaya dapat sungguh-sungguh berjumpa dengan Tuhan, bukan karena ingin dilihat orang dan dianggap baik. Tuhan tahu kita sungguh-sungguh berdoa untuk berbicara denganNya ataukah hanya ingin dipuji orang lain. Tanyakanlah kembali pada hatimu apa maksud kalian berdoa.
(Ursila)