Selasa, 17 Mei 2011

20 Mei 2011

Jumat, 20 Mei 2011
Yohanes 14:1-6
1 "Jangan hatimu gelisah," kata Yesus kepada mereka. "Percayalah  kepada Allah, dan percayalah kepada-Ku juga.2 Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal. Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagi kalian. Aku tidak akan berkata begitu kepadamu, sekiranya itu tidak demikian. 3 Sesudah Aku pergi menyediakan tempat untuk kalian, Aku akan kembali dan menjemput kalian, supaya di mana Aku berada, di situ juga kalian berada. 4 Ke tempat Aku pergi kalian tahu jalannya." 5 Lalu Tomas berkata kepada Yesus, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Tuhan pergi, bagaimana kami tahu jalannya?" 6 Yesus menjawab, "Akulah jalan untuk mengenal Allah dan mendapat hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Ayat Emas : "Jangan hatimu gelisah," kata Yesus kepada mereka. "Percayalah  kepada Allah, dan percayalah kepada-Ku juga. (Yohanes : 14:1)

MANA YANG DIDAHULUKAN ?
            Rajin belajar setiap hari, itulah Gendis. Demikian pula ketika besok akan menghadapi ujian IPS, ia telah berusaha belajar sungguh-sungguh. Namun, kali ini ia benar-benar gundah karena masih juga belum dapat memahami semua materi yang ada dalam pelajaran tersebut. Pikiran Gendis sedang terpecah dan ia kebingungan hal mana yang harus ia kerjakan terlebih dahulu. Di samping akan menghadapi ujian, Gendis masih harus menyelesaikan tugas Matematika dan Bahasa Inggris yang juga harus dikumpulkannya besok. Belum lagi, ia masih harus menyiapkan diri untuk melakukan tugas gereja besok pagi. Meski demikian, ia tetap berusaha mengerjakan tugasnya tersebut satu persatu hingga larut malam. Pada keesokan paginya, Gendis pun pergi ke gereja untuk mengikuti misa dan melakukan tugasnya. Seusai misa pagi, ia segera berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian. Sebelum mengerjakan soal-soal ujian tersebut, Gendis berdoa mohon prtolongan Tuhan dan mulai mengerjakannya.
            Seminggu kemudian, hasil ujian pun dibagikan. Bagaimana hasilnya ? Ternyata Gendis mendapat nilai 90 ! Tentu dapat ditebak bagaimana sikap Gendis setelah mengetahui hasil ujiannya itu, ia sangat gembira tiada tara dan memuji Tuhan. Kini Gendis semaki percaya bila kita ma uterus berusaha dan berdoa, tentu Tuhan akan menolong kita. Jadi, mulai sekarang ayoo.. kita rajin berdoa dan berusaha sekuat tenaga, dan selebihnya berserah diri pada Tuhan. (Aldi )

Sabtu, 14 Mei 2011

19 Mei 2011

Kamis, 19 Mei 2011
Yohanes 13:16-20
16 Sungguh benar kata-Ku ini: Seorang hamba tidak lebih besar dari tuannya, dan seorang utusan tidak lebih besar dari yang mengutusnya. 17 Kalau kalian sudah tahu semuanya ini, bahagialah kalian jika melakukannya. 18 Apa yang Kukatakan ini bukanlah mengenai kalian semua. Aku tahu siapa-siapa yang sudah Kupilih. Tetapi apa yang tertulis dalam Alkitab, harus terjadi, yaitu 'Orang yang makan bersama Aku, akan melawan Aku.' 19 Hal itu Kusampaikan kepadamu sekarang, sebelum terjadi, supaya kalau hal itu terjadi nanti, kalian akan percaya bahwa Akulah Dia yang disebut AKU ADA. 20 Sungguh benar kata-Ku ini: Siapa menerima orang yang Kuutus, menerima Aku. Dan siapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku."

Ayat Emas :  Sungguh benar kata-Ku ini: Siapa menerima orang yang Kuutus, menerima Aku. Dan siapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 13:20)

GURU
Pak Frans, guru agama SDK Fransiscus Xaverius itu kini sudah harus pension karena
usianya yang telah lanjut. Maka ia pun digantikan oleh Pak Bernard yang masih muda. Tapi murid-murid tidak suka dengan cara mengajar pak Bernard yang dianggap tidak jelas seperti ketika diajar oleh pak Frans, Maka mereka pun mulai membanding-bandingkan antara pak Frans dengan Pak. Bernard. Lantas para murid meminta supaya Pak Frans kembali mengajar lagi. Tapi hal itu tidak mungking karena ia sudah pension.
Guru adalah orang yang mengajar dan mendidik kita. Karena jerih payah gurulah kita
bisa menjadi semakin memahami banyak bidang ilmu dan membuat kita lebih baik. Segala sesuatu yang baik itu berasal dari Tuhan. Tuhan menjadikan seorang guru sebagai alatnya. Dengan demikian seorang guru, yang meskipun masih memiliki kekurangan, ia adalah utusan Tuhan. Oleh karena itu, hendaklah kita menerima dan menghormatinya sebab, bila kita menolak berarti juga kita menolak Tuhan yang telah mengutusnya. (Kadarsih)

18 Mei 2011

Rabu, 18 Mei 2011
Yohanes 12:44-50
44 Lalu Yesus berseru, "Orang yang percaya kepada-Ku, bukan kepada Aku ia percaya, tetapi kepada Dia yang mengutus Aku. 45 Dan orang yang melihat Aku, melihat Dia yang mengutus Aku. 46 Aku datang ke dunia ini sebagai terang, supaya semua orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam gelap. 47 Orang yang mendengar ajaran-Ku, tetapi tidak menurutinya -- bukan Aku yang menghukum dia. Sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia ini, tetapi untuk menyelamatkannya. 48 Orang yang menolak Aku dan tidak mendengarkan perkataan-Ku, sudah ada yang menghakiminya. Perkataan yang Aku sampaikan, itulah yang akan menghakiminya pada Hari Kiamat. 49 Sebab Aku tidak berbicara dari kemauan-Ku sendiri; Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan kepada-Ku apa yang harus Kukatakan dan Kusampaikan. 50 Dan Aku tahu bahwa perintah-Nya itu memberi hidup sejati dan kekal. Maka Aku menyampaikan seperti yang diajarkan Bapa kepada-Ku."
Ayat Emas : Orang yang menolak Aku dan tidak mendengarkan perkataan-Ku, sudah ada yang menghakiminya. Perkataan yang Aku sampaikan, itulah yang akan menghakiminya pada Hari Kiamat. (Yohanes 12:48)
BELAJAR MENDENGARKAN ORANG LAIN
Pada suatu hari, ketika Nico sedang asyik menonton televise, ia dipanggil oleh ibunya.
Mendengar panggilan ibu, Nico pun segera menghampirinya. Kemudian, sambil memberikan uang belanjaan, ibu berpesan pada Nico, tolong uang ini dibelanjakan garam, bawang merah, bawang putih,….” Sebelum ibunya selesai berbicara, Nico langsung berujar, “iya,iya bu, saya tahu harus belanja apa saja yang dibutuhkan untuk masak. Seperti biasanya kan ? Kata Nico sambil bergegas pergi ke warung sebelah.
Sesampainya di warung itu, Nico pun segera membeli garam, bawang merah, bawang
putih, dan penyebab rasa. Setelah membeli semua kebutuhan itu, ternyata uang yang diberikan oleh ibu masih sisa banyak. Karena Nico merasa semua kebutuhan belanjanya sudah terpenuhi, ia pun menjajakan sisa uang tersebut dengan membeli es krim dan snack. Tak lama kemudian, Nico pun segera pulang dan menyerahkan belanjaannya itu kepada ibu. Setelah menerima belanjaan itu, ibu pun bertanya, “ Lho, sayuran dan tahunya mana ? Lantas, Nico menjawab, Biasanya kan saya Cuma disuruh membeli bumbu dapurnya saja, bu. Jadi sisa uangnya saya buat beli jajan ini, hehe…” kata Nico seolah tak merasa bersalah atas sikapnya itu. “ Kalau begitu, apa yang akan ibu masak sekarang ? Tanya ibunya marah.
Ternyata, belajar mendengarkan orang lain itu sangat penting. Tindakan Nico yang tidak mau bersabar mendengarkan ibu telah berakibat sangat fatal, akhirnya ibu tidak dapat masak dan mereka tidak dapat makan. Bagaimana kalau hal itu menyangkut persoalan-persoalan yang sangat penting ? Tidakkah sikap demikian akan sangat merugikan bagi orang lain ? Belajar dari pengalaman Nico, semoga kita pun mau belajar untuk mendengarkan orang lain. ( Brigita F )

17 Mei 2011

Selasa, 17 Mei 2011
Yohanes 10:22-30
22 Di Yerusalem orang-orang sedang merayakan Hari Raya Peresmian Rumah Tuhan. Pada waktu itu musim dingin. 23 Yesus sedang berjalan di Serambi Salomo di dalam Rumah Tuhan, 24 ketika orang-orang Yahudi datang berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka berkata, "Sampai kapan Engkau mau membiarkan kami ragu-ragu? Katakanlah terus terang, kalau Engkau sungguh-sungguh Raja Penyelamat." 25 Yesus menjawab, "Sudah Kukatakan kepadamu, tetapi kalian tidak percaya. Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan atas nama Bapa-Ku, memberi bukti tentang Aku. 26 Kalian tidak percaya sebab kalian tidak tergolong domba-domba-Ku. 27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku kenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. 28 Aku memberi mereka hidup sejati dan kekal, dan untuk selamanya mereka tak akan binasa. Tak seorang pun dapat merampas mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang sudah memberikan mereka kepada-Ku, melebihi segalanya. Dan tidak seorang pun dapat merampas mereka dari tangan Bapa.  30 Aku dan Bapa adalah satu."

Ayat Emas : Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku kenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. (Yohanes 10:27)

BEBEK BENGAL
            Karjo adalah seorang seorang penggembala bebek. Seperti biasa, sambil menggembalakan bebek-bebeknya di sawah ia duduk di atas punggung kerbau sambil bermain seruling. Ketika ia sedang asyik menikmati alunan lagu serulingnya, ia melihat awan tampak semakin gelap. Maka Karjo segera menggiring bebek-bebeknya untuk diajaknya kembali pulang ke kandang rumahnya. Tapi ada satu bebek yang tidak mau mengikuti yang lain. Ia justru terlibat berlarian kesana kemari hingga akhirnya terpisah dari kawanannya.
            Tak lama kemudian datanglah hujan deras dengan petir yang menyambar-nyambar. Bebek itu menjadi sangat ketakutan dan bersembunyi di bawah rumpun padi. Biasanya ia merasa sangat senang bila datang hujan. Tapi karena seluruh tubuhnya telah basah kuyup dan berlumuran  lumpur, ia menjadi cemas. Terlebih lagi ia sendirian disitu. Untunglah Karjo kembali lagi ke sawah sambil membawa paying untuk mencarinya. Mendengar suara langkah kaki Karjo yang berkecipuk diantara lumpur sawah, bebek itu pun kembali berlarian sambil bereteriak-teriak, kwek..kwek..kweeekk… suaranya menjadikan Karjo tahu dimana ia berada dan segera menangkap untuk dibawanya pulang ke kandang.
            Demikian juga kalau kita jauh dari Tuhan, hidup kita menderita. Kita tidak boleh seperti bebek Bengal yang ketika mendengar tuannya datang justru lari menjauh. Setealah mendengar suara Tuhan, mari kita segera mengikutiNya. ( Destianti )

16 Mei 2011

  Senin 16 Mei 2011
Yohanes 10:11-18
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. 12 Orang upahan yang bukan gembala dan bukan juga pemilik domba-domba itu, akan lari meninggalkan domba-domba kalau ia melihat serigala datang. Maka domba-domba itu akan diterkam dan diceraiberaikan serigala. 13 Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah. Ia tidak mempedulikan domba-domba itu. 15 Akulah gembala yang baik. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun mengenal Aku. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka. 16 Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 17 Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku, untuk menerimanya kembali. 18 Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku. Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku."

Ayat Emas : Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya. (Yohanes 10:11)

BONUS
            Ketika sekolah minggu, Heronimus bertanya pada frater yang pada saat itu berkesempatan mengajar. Katanya, “ Frater, nanti kalau mau jadi pastor, frater ingin menjadi pastor apa ? Kalau disuruh milih, frater milih Pastor, frater ingin menjadi pastor bonus kan lebih enak, bisa lebih santai, lebih bebas, dan bisa sering dapat bonus.’ Mendengar perkataan Heronimus itu, frater tersenyum sejenak dan menjelaskan,” Yang dimaksud Pastor bonus itu bukan berarti seperti anak bawang yang bisa sering dapat bonus begitu. Bonus disini tidak sama artinya dengan dengan bonus sebagai hadiah seperti di took. Sebenarnya, kata bonus adalah Gembala yang baik , ia meneladani Yesus sang gembala yang baik. Doakan frater ya supaya kelak dapat menjadi gembala yang baik. Mendengar penjelasan frater itu Hierinimus tiba-tiba menyeletuk,Kalau begitu, bonus hadiahnya buat saya aja ya frater ? Hehehe…” lanjutnya lagi. “ ngak…nggak frater, Cuma bercanda kok. Besok kalau sudah gede saya juga pengin jadi pastor bonus boleh kan frater biar bisa seperti Yesus ? Mendengar perkataan Heronimus yang polo situ, frater pun kembali tersenyum sambil mengusap-usap kepala anak itu. Bagaimana dengan kalian, apakah kalian juga ingin mengikuti jejak Heronimus ? ( Rangga )

Rabu, 11 Mei 2011

15 Mei 2011

Minggu, 15 Mei 2011
Yohanes 10:1-10
1 "Sungguh benar kata-Ku ini: Orang yang masuk ke dalam kandang domba lewat pagar, dan tidak melalui pintu, tetapi memanjat lewat jalan lain, orang itu pencuri dan perampok. 2 Tetapi orang yang masuk melalui pintu, dialah gembala domba. 3 Penjaga kandang membuka pintu untuk dia, dan domba-domba mengikuti suaranya pada waktu ia memanggil mereka dengan namanya masing-masing dan menuntun mereka ke luar. 4 Setelah domba-domba itu dibawa ke luar, gembala itu berjalan di depan, dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya. 5 Mereka tidak akan mau mengikuti orang lain, malah akan lari dari orang itu, sebab tidak mengenal suaranya." 6 Yesus menceritakan perumpamaan itu, tetapi mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan-Nya. 7 Maka Yesus berkata sekali lagi, "Sungguh benar kata-Ku ini: Akulah pintu untuk domba. 8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi domba-domba tidak mendengarkan suara mereka. 9 Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat; ia keluar masuk dan mendapat makanan. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, untuk membunuh dan untuk merusak. Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup -- hidup berlimpah-limpah.

Ayat Emas : Setelah domba-domba itu dibawa ke luar, gembala itu berjalan di depan, dan domba-domba itu mengikuti dia sebab mereka mengenal suaranya.  (Yohanes 10:4)


PEKERJA DI LADANG TUHAN
            Suatu hari, ketika anak-anak sedang belajar di sekolah minggu, seorang pastor yang telah lanjut usia sengaja mengunjungi mereka. Rupanya kesempatan itu tidak disia-siakan oleh anak-anak. Mereka meminta Pastor untuk menceritakan kembali pengalaman selama ia masih berkarya. Maka pastor pun mulai mengisahkan suka dukanya selama bekerja di ladang Tuhan. Sampai akhirnya ia menutup ceritanya dengan berkata, sampai sekarang panenan itu masih sangat berlimpah dan Gereja membutuhkan tenaga-tenaga baru untuk turut menuai panenan itu. Bila kita bekerja dengan cinta, percayalah semuanya pasti menyenangkan. Kemudian lanjutnya, Hayo sekarang siapa yang akan menyusul ke ladang Tuhan ? Saya, saya, saya, mereka saling bersahut-sahutan menjawab pertanyaan Pastor. Pastor sangat senang melihat keceriaan anak-anak.
            Dalam peggembalaan, Pastor bertugas membantu membimbing kawanan domba untuk sampai kepada Kristus dan mengenal suaraNya. Tidak ada pekerja yang tidak dikenal tuannya, Jika kalian ingin dikenal Tuhan jadilah pekerjanya dan Tuhan sendiri telah menjamin engkau akan menerima upah seratus kali lipat. Dan akan menerima juga hidup sejati dan kekal.
( Karine )

14 Mei 2011

Sabtu, 14 Mei 2011
Yohanes 15:9-17
9 Seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah Aku mengasihi kalian. Hendaklah kalian tetap hidup sebagai orang yang Kukasihi. 10 Kalau kalian menjalankan perintah-perintah-Ku, kalian tetap setia kepada kasih-Ku, sama seperti Aku tetap setia kepada kasih Bapa karena menjalankan perintah-perintah-Nya. 11 Semuanya ini Kuberitahukan kepadamu, supaya kegembiraan-Ku ada dalam hatimu, dan kegembiraanmu menjadi sempurna. 12 Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kalian. 13 Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka. 14 Kalian adalah sahabat-sahabat-Ku, kalau kalian melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Kalian tidak lagi Kupanggil hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang sedang dikerjakan tuannya. Kalian Kupanggil sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu. 16 Bukan kalian yang memilih Aku. Akulah yang memilih kalian, dan menyuruh kalian pergi untuk berbuah banyak -- buah-buah yang tak dapat binasa. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kalian minta kepada-Nya atas nama-Ku. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah satu sama lain."

Ayat Emas : Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kalian. (Yohanes 15:12)

KASIH ITU TAK MEMBEDA-BEDAKAN
            Cecep adalah seorang anak kelas V SD, ia anak orang kaya namun tidak sombong dan tetap rajin ke Gereja. Ia termasuk anak yang supel dan pandai bergaul dengan semua orang. Setiap berangkat dan pulang sekolah, ia lebih suka berjalan kaki bersama teman-temannya.
            Suatu hari, ketika Cecep pulang sekolah bersama Ucup dan Mamat, mereka bertemu dengan seorang pengemis tua. Dan betapa terkejutnya Cecep saat melihat sikap Ucup dan Mamat yang justru mengolok-olok pengemis itu. Melihat perbuatan mereka, hati Cecep semakin menjadi kasihan terhadap pengemis itu dan memberinya sedekah. Sesampainya di rumah, Cecep pun ber doa supaya Tuhan selalu melindungi pengemis tersebut.
            Dengan mengasihi dan mendoakan pengemis itu, Cecep telah mewujudkansalah satu perintah Tuhan untuk selalu berbagi kasih tanpa membeda-bedakan status sosial. Kini, marilah kita juga belajar dari Cecep untuk saling berbagi kasih kepada semua orang. ( Mellisa E )