Rabu, 11 Mei 2011

14 Mei 2011

Sabtu, 14 Mei 2011
Yohanes 15:9-17
9 Seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah Aku mengasihi kalian. Hendaklah kalian tetap hidup sebagai orang yang Kukasihi. 10 Kalau kalian menjalankan perintah-perintah-Ku, kalian tetap setia kepada kasih-Ku, sama seperti Aku tetap setia kepada kasih Bapa karena menjalankan perintah-perintah-Nya. 11 Semuanya ini Kuberitahukan kepadamu, supaya kegembiraan-Ku ada dalam hatimu, dan kegembiraanmu menjadi sempurna. 12 Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kalian. 13 Orang yang paling mengasihi sahabat-sahabatnya adalah orang yang memberi hidupnya untuk mereka. 14 Kalian adalah sahabat-sahabat-Ku, kalau kalian melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Kalian tidak lagi Kupanggil hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang sedang dikerjakan tuannya. Kalian Kupanggil sahabat, sebab semua yang Kudengar dari Bapa, sudah Kuberitahukan kepadamu. 16 Bukan kalian yang memilih Aku. Akulah yang memilih kalian, dan menyuruh kalian pergi untuk berbuah banyak -- buah-buah yang tak dapat binasa. Maka Bapa akan memberikan kepadamu apa saja yang kalian minta kepada-Nya atas nama-Ku. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah satu sama lain."

Ayat Emas : Inilah perintah-Ku: Kasihilah satu sama lain, sama seperti Aku mengasihi kalian. (Yohanes 15:12)

KASIH ITU TAK MEMBEDA-BEDAKAN
            Cecep adalah seorang anak kelas V SD, ia anak orang kaya namun tidak sombong dan tetap rajin ke Gereja. Ia termasuk anak yang supel dan pandai bergaul dengan semua orang. Setiap berangkat dan pulang sekolah, ia lebih suka berjalan kaki bersama teman-temannya.
            Suatu hari, ketika Cecep pulang sekolah bersama Ucup dan Mamat, mereka bertemu dengan seorang pengemis tua. Dan betapa terkejutnya Cecep saat melihat sikap Ucup dan Mamat yang justru mengolok-olok pengemis itu. Melihat perbuatan mereka, hati Cecep semakin menjadi kasihan terhadap pengemis itu dan memberinya sedekah. Sesampainya di rumah, Cecep pun ber doa supaya Tuhan selalu melindungi pengemis tersebut.
            Dengan mengasihi dan mendoakan pengemis itu, Cecep telah mewujudkansalah satu perintah Tuhan untuk selalu berbagi kasih tanpa membeda-bedakan status sosial. Kini, marilah kita juga belajar dari Cecep untuk saling berbagi kasih kepada semua orang. ( Mellisa E )

13 Mei 2011

Jumat, 13 Mei 2011
Yohanes 6:52-59
52 Mendengar itu, orang-orang Yahudi bertengkar satu sama lain. "Bagaimana orang ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?" kata mereka. 53 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Percayalah: Kalau kalian tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kalian tidak akan benar-benar hidup. 54 Orang yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku mempunyai hidup sejati dan kekal dan Aku akan membangkitkannya pada Hari Kiamat. 55 Sebab daging-Ku sungguh makanan, dan darah-Ku sungguh minuman. 56 Orang yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, tetap bersatu dengan Aku, dan Aku dengan dia. 57 Bapa yang hidup itu, mengutus Aku dan Aku pun hidup dari Bapa. Begitu juga orang yang makan daging-Ku akan hidup dari Aku. 58 Inilah roti yang turun dari surga: bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu. Karena setelah makan roti itu, mereka mati juga. Tetapi orang yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya." 59 Semuanya itu dikatakan oleh Yesus ketika Ia mengajar di rumah ibadat di Kapernaum.

Ayat Emas : Orang yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku mempunyai hidup sejati dan kekal dan Aku akan membangkitkannya pada Hari Kiamat. (Yohanes 6:54)

IMELDA LAMBERTINI
            Imelda Lambertini lahir di Bologna, Italia pada tahun 1322. Dia adalah putrid tunggal pasutri bangsawan, Pangeran Egano Lambertini dan Castora Galuzzi. Katika berusia Sembilan tahun, Imelda masuk biara Dominikan di Valdi-Pietra di Bologno. Imelda sangat berdevosi pada kehadiran Ekaristi Tuhan Yesus, baik dalam Misa Kudus maupun dalam tabernakel. Ia sangat rindu untuk menyambut komuni, namun saying niat itu belum kesampaian karena peraturan waktu itu yang boleh menyambut Komuni Kudus adalah mereka yang sudah berusia empat belas tahun. Sekali waktu, ketika sudah tidak bisa menahan rasa rindunya untuk menyambut Komuni Kudus, dia berseru, “ Katakanlah padaku, dapatkah seorang menyambut Yesus Komuni Kudus adalah mereka yang sudah berusia empat belas tahun. Sekali waktu, ketika sudah tidak bisa menahan rasa rindunya untuk menyambut Komuni Kudus, dia berseru, katakanlah padaku, dapatkah seorang menyambut Yesus masuk ke dalam hatinya dan tidak mati?
            Pada Natal pertamanya di biara, Imelda menyampaikan keinginginannya untuk menyambut Komuni tetapitidak diizinkan. Sehari sebelum Hari Raya Kenaikan Tuhan, 12 Mei 1333, Imelda minta ijin agar diperkenankan menyambut komuni kudus. Dia sungguh rindu bersatu dengan Tuhan Yesus. Maka keesokan harinyasaat mengikuti Misa Hari Raya Kenaikkan Tuhan, dia memohon dengan sangat agar diberi hak istimewa menyambut Komuni Kudus. Namun, imam yang memimpin Ekaristi menolaknya ! Setelah misa berakhir, para biarawati meninggalkan kapel, namun Imelda tetap berlutut dan berdoa. Hanya ada seorang suster yang bertugas di sakristi. Tiba-tiba ada suara yang mengejutkannya dan terlihat olehnya seberkas cahaya diatas kepala Imelda dan sebuah hosti melayang-layang dalam cahaya itu. Suster itu pun bergegas memanggil imam. Sang imam tidak mempunyai pilihan lain, sebab Tuhan sendiri menghendaki untuk bersatu dengan Imelda.Maka dengan penuh hormat imam mengambil Hosti dan memberikannya kepada Imelda. Danlama kemudian, dengan masih berlutut ia wafat. Pada tahun 1826 Imelda Lambertini dinyatakan sebagai beata. Beberapa tahun kemudian St.Paus Pius X memaklumkan Beata Imelda Lambertini sebagai pelindung para penerima Komuni Pertama. Tuhan menyatakan muzizat dan kuasanya, jenasah Imelda sampai sekarang tidak rusak dan disemayamkan di Gereja St. Sigsmund di Bologna. Hal ini seakan membenarkan sabda Tuhan Yesus sendiri, “ Akulah roti yang member hidup….orang yang makan roti itu tak akan mati.” (Yoh 6:48-50 ). Pesta beata Imelda Lambertini kita rayakan setiap tanggal 13 Mei.

Kamis, 05 Mei 2011

12 Mei 2011

Kamis, 12 Mei 2011
Yohanes 6:44-51
44 Tak seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa yang mengutus Aku, tidak membawa dia kepada-Ku; dan siapa yang datang, akan Kubangkitkan pada Hari Kiamat. 45 Di dalam Buku Nabi-nabi tertulis begini: 'Semua orang akan diajar oleh Allah.' Jadi semua orang yang mendengar Bapa dan belajar dari Dia, datang kepada-Ku. 46 Itu tidak berarti bahwa ada orang yang sudah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, sudah melihat Bapa. 47 Ketahuilah: Orang yang percaya, mempunyai hidup sejati dan kekal. 48 Akulah roti yang memberi hidup. 49 Nenek moyangmu makan manna di padang gurun dan mereka mati juga. 50 Tetapi tidak demikian dengan roti yang turun dari surga; orang yang makan roti itu tak akan mati. 51 Akulah roti yang turun dari surga -- roti yang memberi hidup. Orang yang makan roti ini akan hidup selamanya. Roti yang akan Kuberikan untuk kehidupan manusia di dunia adalah daging-Ku."

Ayat Emas : 45 Di dalam Buku Nabi-nabi tertulis begini: 'Semua orang akan diajar oleh Allah.' Jadi semua orang yang mendengar Bapa dan belajar dari Dia, datang kepada-Ku. (Yohanes 6:45)

MARI BERBAGI
            Tina adalah siswi kelas IV SD setiap hari sabtu seusai pelajaran sekolah, ia rajin mengikuti pelajaran untuk persiapan komuni pertama. Oleh karena itu, setiap sabtu Tina selalu membawa bekal untuk makan siangnya di sekolah.
            Suatu ketika disaat makan siang, ia melihat ada seorang nenek dengan pakaian lusuh sedang duduk terpuruk di pinggir pagar sekolah dan ia pun jatuh kasihan kepadanya.Terdorong oleh rasa ibanya, Tina   tak berpikir panjang lagi soal perutnya yang sebenarnya juga sedang kelaparan, ia segera menghampiri nenek itu dan memberikan bekalnya untuk nenek tersebut. Namun demikian nenek itu tidak segera menerima pemberian Tina, akan tetapi ia justru memandangi wajah Tina untuk beberapa saat sambil tersenyum dan berkata, Aku memang sangat membutuhkan makanan, nak, tapi bagaimana denganmu? Bukankah sekarang engkau pun sedang membutuhkan makanan ini? Benar, nek, saya membutuhkannya, tapi bukankah nenek lebih membutuhkan makanan ini? Jadi, tolong untuk diterima makanan ini. Saya kalau sudah sampai rumah juga pasti makan kok, kata Tina. “ Terima kasih nak, semoga Tuhan membalas kebaikanmu, kata nenek itu sembari menerima pemberian Tina.
            Marilah kita belajar dari perbuatan Tina yang baik itu. Meskipun sebenarnya ia sendiri membutuhkan makanan itu, tetapi ia tetap mau berbagi kepada nenek tersebut, sebab ia tahu bahwa di rumah masih tersedia makanan baginya. Demikian juga dalam hidup ini, marilah kita saling berbagi kepada sesame, sebab kita percaya bahwa Tuhan yang adalah roti hidup itu telah memberikan DiriNya untuk kita, sehingga seluruh kebutuhan hidup kita pun sudah pasti akan selalu tersedia bagi kita. Berbagi tidaklah selalu berupa pemberian barang, tapi memberikan diri dengan cara meluangkan waktu untuk menolong orang lain pun sudah termasuk perbuatan berbagi. Dan kerelaan memberikan diri bagi orang lain itulah perbuatan yang paling mulia. Bukankah Tuhan sendiri telah memberikan teladan kepada kita dengan memberikan DiriNya untuk keselamatan dan kesejahteraan kita? ( Sr. M. Christine. SPM )

11 Mei 2011


Rabu, 11 Mei 2011
Yohanes 6:35-40
35 "Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya. 36 Tetapi seperti sudah Kukatakan kepadamu, walaupun kalian sudah melihat Aku, kalian tidak percaya. 37 Semua orang yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku. Aku tidak akan menolak siapa pun yang datang kepada-Ku. 38 Sebab Aku turun dari surga, bukan untuk melakukan kemauan sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku. 39 Dan inilah kemauan Dia yang mengutus Aku: supaya dari semua orang yang diberikan kepada-Ku, tidak satu pun hilang; tetapi supaya Aku membangkitkan mereka pada Hari Kiamat. 40 Memang inilah keinginan Bapa-Ku: Supaya semua yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya mempunyai hidup sejati dan kekal, dan Aku hidupkan kembali pada Hari Kiamat."

Ayat Emas : "Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya. (Yohanes 6:35)

MENJADI TEMAN YANG BAIK
            Pada suatu hari di sekolah terjadi pertengkaran antara Jio dan Yoga, masalahnya hanya sepele, yaitu Jio tidak terima karena dia disenggol oleh Yoga. Dan akhirnya terjadilah pertengkaran diantara mereka berdua, keduanya tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya Pak Budi pun turun tangan melerai pertengkaran itu. Jio dan Yoga pun akhirnya mau berdamai lagi, saling memaafkan.
            Jio dan Yoga telah mewujudkan Sabda Tuhan yaitu Akulah Roti Hidup, barang siapa datang kepadaKu ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu ia tidak akan haus lagi, yaitu Jio dan Yoga kembali menjadi teman yang baik, bermain bersama, tidak mudah tersinggung. Karena kalau kita mau dan baik dengan teman-teman kita, maka teman-teman pun akan baik kepada kita.
            Hari ini mari kita belajar menjadi teman yang baik, bersikap, bertingkah laku yang sopan dan baik bagi siapa saja. ( Sr. Mathilda M. SPM )

10 Mei 2011

 Selasa 10 Mei 2011
Yohanes 6:30-35
30 "Kalau begitu," kata mereka, "bukti apa yang dapat Bapak berikan supaya kami melihat dan percaya kepada Bapak? Apa yang akan Bapak lakukan? 31 Nenek moyang kami *kami: atau kita.* makan manna di padang gurun, seperti tertulis di dalam Alkitab, 'Ia memberi mereka makan roti dari surga.' " 32 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Percayalah: Bukan Musa, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kepadamu *Bukan Musa ... kepadamu: atau Apa yang diberikan Musa kepadamu bukan.* roti yang sesungguhnya dari surga. 33 Sebab roti yang diberi Allah adalah Dia yang turun dari surga dan memberi hidup kepada manusia di dunia." 34 "Bapak," kata mereka, "berilah kepada kami roti itu selalu." 35 "Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi untuk selamanya. Dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi untuk selamanya.

Ayat Emas : "Akulah roti yang memberi hidup," kata Yesus kepada mereka. (Yohanes 6:35a).

MAKANAN YANG BAIK
            Saat pulang dari gereja bersama ibu, Ade melihat ada ppenjual makanan kecil di pinggir jalan. Lalu ia merengek-rengek pada ibu supaya diizinkan untuk membelinya. Tapi, Ibu melarang dan mengajaknya untuk makan di rumah saja, sebab di rumah juga masih tersedia banyak makanan. Maka Ade pun menangis keras. Ibu berusaha menenangkannya dan menunjukkan kalau tempat untuk mencuci piring yang di pakai penjual jajanan itu tidak bersih, tapi Ade tetap ingin membelinya dan ia pun bergegas menghampiri penjual itu. Setelah membeli, ia segera memakannya, Ade sangat menikmati jajaan itu.
            Sesampainya di rumah, tiba-tiba Ade meremas-remas perutnya karena kesakitan. Maka ibupun segera mengobatinya. Sejak itu, Ade menurut nasihat ibu.
            Memang di dunia ini tersedia banyak roti yang bisa mengenyangkan, tapi sesudah memakannya kita masih bisa lapar lagi. Sedangkan Roti yang disediakan Yesus adalah Roti Hidup, bila memakannya kita tidak akan lapar lagi tapi justru memperoleh hidup. ( Warsito )

9 Mei 2011

Senin, 9 Mei 2011
Yohanes 6:22-29
22 Keesokan harinya orang banyak yang masih tinggal di seberang danau, menyadari bahwa tadinya hanya ada satu perahu di sana. Mereka tahu bahwa pengikut-pengikut Yesus sudah berangkat dengan perahu itu, sedangkan Yesus tidak ikut. 23 Kemudian beberapa perahu dari kota Tiberias datang dan berlabuh di dekat tempat orang banyak itu makan roti sesudah Tuhan mengucap syukur. 24 Ketika orang banyak itu melihat bahwa baik Yesus maupun pengikut-pengikut-Nya tak ada di situ, mereka juga naik perahu-perahu itu dan pergi ke Kapernaum mencari Yesus. 25 Ketika orang-orang itu bertemu dengan Yesus di seberang danau, mereka bertanya kepada-Nya, "Bapak Guru, kapan Bapak sampai di sini?" 26 Yesus menjawab, "Sungguh, kalian mencari Aku bukan karena kalian sudah mengerti maksud keajaiban-keajaiban yang Kubuat, tetapi karena kalian sudah makan sampai kenyang. 27 Janganlah bekerja untuk mendapat makanan yang bisa habis dan busuk. Bekerjalah untuk menda at makanan yang tidak bisa busuk dan yang memberi hidup sejati dan kekal. Makanan itu akan diberikan oleh Anak Manusia kepadamu, sebab Ia sudah dilantik oleh Allah Bapa." 28 Lalu mereka bertanya kepada-Nya, "Kami harus berbuat apa untuk melakukan kehendak Allah?" 29 Yesus menjawab, "Inilah yang diinginkan Allah dari kalian: percayalah kepada Dia yang diutus Allah."

Ayat Emas : Janganlah bekerja untuk mendapat makanan yang bisa habis dan busuk. Bekerjalah untuk menda at makanan yang tidak bisa busuk dan yang memberi hidup sejati dan kekal. Makanan itu akan diberikan oleh Anak Manusia kepadamu, sebab Ia sudah dilantik oleh Allah Bapa." (Yohanes 6:27).


JIWA JUGA BUTUH MAKAN
            Selama liburan sekolah, Siska dan Aldo, adiknya, pergi ke rumah paman. Selama tinggal di sana, mereka sering diajak jalan-jalan oleh paman dan mengunjungi tempat-tempat yang indah di sekitar desa. Pada suatu hari, di tengah perjalanan pulang dari jalan-jalan itu, tiba-tiba Aldo menangis samnil memeluk kakaknya, dan berkata, “ Kak, aku sudah rindu rumah. Aku ingin dipeluk ibu.” Lantas, Siska pun mencoba menghiburnya, “ Iya, besok sepulang dari gereja saja. Kita kembali ke rumah. “ lagi, kata Aldo, Aku tidak mau ke gereja. Pokoknya aku ingin segera pulang saja. Lagian, apa enaknya ke gereja, toh ya tidak dikasih apa-apa. Kalaupun lapar, kita juga mintanya pada ibu, bukan pada gereja.” Sambbil membelai rambut Aldo, Siska mencoba menasihati adiknya itu dengan terlebih dahulu bertanya padanya. “ Dik, apakah sekarang adik lapar ? “ Iya, makanya ayo cepat sampai rumah, makan, dan segera pulang ke ibu, “ jawab Aldo sambil merengek manja. “ Kalau misalnya, sekarang kita makan di warung saja dan pulangnya diundur satu minggu lagi bagaimana, mau ? Tanya Siska sekali lagi. “ Ya ogah lah. Orang Aldo kangen sama ibu kok `Cuma mau diajak makan. Kalau disuruh milih, Aldo mending tidak makan tapi bisa cepat ketemu ibu !” pangkas Aldo sewot. ‘Ternyata yang kita butuhkan bukan hanya makanan untuk mengenyangkan perut yya ? Tanya Siska, lagi katanya,” Sama sepeti kalau kita pergi ke gereja, kita juga perlu mengisi diri kita dengan Sabda Tuhan supaya hidup kita juga dapat menjadi lebih baik. Bukkankah Aldo kalau sudah bertemu ibu juga merasa lebih baik ? Iya kan, hayo ngaku. “ Demikian kata Siska sambil mengguraui adiknya itu. Setelah mendengar perkataan kakaknya itu, Aldo pun akhirnya setuju untuk pergi ke gereja terlebih dahulu sebelum kembali k rumah mereka. Selain makanan untuk kebutuhan badan, kita juga memerlukan makanan untuk kebutuhan jiwa supaya hidup kita menjadi lebih sempurna. Kalau kita hany berusaha memenuhi semua kebutuhan badan, kita juga memerlukan makanan untuk kebutuha jiwa supaya hidup kita menjadi lebih sempurna. Kalau kita hanya berusaha memenuhi semua kebutuhan badan, kasihan kan jiwa kita kalau sampai terlantar ? ( Lusiana D )

8 Mei 2011

Minggu 8 Mei 2011
Lukas 24:13-35
13 Pada hari itu juga, dua orang pengikut Yesus sedang berjalan ke sebuah desa yang bernama Emaus, kira-kira sebelas kilometer jauhnya dari Yerusalem. 14 Sambil berjalan mereka bercakap-cakap tentang segala peristiwa yang telah terjadi itu. 15 Sementara mereka bercakap-cakap dan bertukarpikiran, Yesus sendiri datang dan berjalan bersama-sama mereka. 16 Mereka melihat Yesus, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak mengenal Dia. 17 Lalu Yesus berkata, "Apa yang kalian bicarakan di tengah jalan ini?" Mereka berhenti dengan muka sedih. 18 Lalu seorang dari mereka, yang bernama Kleopas, bertanya kepada Yesus, "Bapakkah satu-satunya orang asing di Yerusalem yang tidak tahu peristiwa yang terjadi di sana akhir-akhir ini?" 19 "Peristiwa apa?" tanya Yesus. "Peristiwa yang terjadi dengan Yesus, orang dari Nazaret itu," jawab mereka. "Ia nabi. Kata-kata-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya berkuasa sekali -- baik menurut pandangan Allah maupun menurut pandangan semua orang. 20 Imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin bangsa kita menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka menyalibkan Dia! 21 Padahal kami mengharap bahwa Dialah yang akan membebaskan Israel! Dan hari ini hari ketiga semenjak hal itu terjadi. 22 Lagi pula, beberapa wanita dari kalangan kami telah membuat kami terkejut. Pagi-pagi sekali mereka ke kuburan, 23 tetapi tidak menemukan jenazah-Nya di sana. Lalu mereka kembali dan berkata bahwa mereka melihat malaikat, dan malaikat-malaikat itu berkata bahwa Yesus hidup. 24 Beberapa orang dari kami lalu pergi ke kuburan dan mendapati bahwa apa yang dikatakan wanita-wanita itu memang demikian, hanya mereka tidak melihat Yesus."
25 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Kalian memang bodoh! Terlalu lamban kalian untuk mempercayai semua yang sudah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Raja Penyelamat harus mengalami dahulu penderitaan itu, baru mencapai kemuliaan-Nya?" 27 Kemudian Yesus menerangkan kepada mereka apa yang tertulis di dalam seluruh Alkitab mengenai diri-Nya, mulai dari buku-buku Musa dan buku para nabi. 28 Sementara itu mereka mendekati desa tujuan mereka. Yesus berbuat seolah-olah mau berjalan terus, 29 tetapi mereka menahan-Nya. "Tinggallah di tempat kami," kata mereka kepada-Nya, "sekarang sudah hampir malam dan sudah mulai gelap juga." Maka Yesus masuk untuk bermalam di tempat mereka. 30 Pada waktu duduk makan bersama mereka, Yesus mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah, membelah-belah roti itu dengan tangan-Nya, lalu memberikannya kepada mereka. 31 Kemudian sadarlah mereka bahwa itu Yesus. Tetapi Ia lenyap dari pemandangan mereka. 32 Kata mereka satu kepada yang lain, "Bukankah rasa hati kita seperti meluap, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan menerangkan isi Alkitab kepada kita?" 33 Saat itu juga mereka bangkit lalu kembali ke Yerusalem. Di sana mereka mendapati kesebelas pengikut Yesus sedang berkumpul bersama yang lain. 34 Mereka itu berkata, "Memang benar Tuhan sudah hidup kembali! Ia telah memperlihatkan diri-Nya kepada Simon!" 35 Kedua pengikut Yesus yang baru datang itu lalu menceritakan pengalaman mereka di tengah perjalanan, dan bagaimana mereka mengenali Tuhan pada saat Ia membelah-belah roti.

Ayat Emas :  Kata mereka satu kepada yang lain, "Bukankah rasa hati kita seperti meluap, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan menerangkan isi Alkitab kepada kita?"  (Lukas 24:32).



PENGALAMAN IMAN
            Alvian sering minder dengan teman-temannya, karena ia anak orang miskin. Entah mengapa, suatu ketika ia merasakan ada dorongan yang begitu kuat dari dalam dirinya untuk membaca Kitab Suci, Lantas ia mencoba mengikuti suara hatinya untuk segera mengambil Kitab Suci dan membukkanya begitu saja. Tanpa sengaja ia membuka Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia. Sejak saat itu ia merasa sangat dikuatkan oleh Tuhan Yesus sendiri dan kini ia tidak minder lagi seperti dulu.
            Apakah kalian juga pernah merasakan pengalaman dikuatkan setelah membaca Kitab Suci ? Bagikanlah pengalamanmu itu pada teman-teman untuk saling meneguhkan iman kepada Kristus ( Ritha)