Rabu, 01 Februari 2012

6 Februari 2012

Senin 6 febuari 2012
Mrk 6:53-56
53 Waktu tiba di seberang danau, mereka berlabuh di pantai Genesaret. 54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang-orang melihat bahwa yang datang itu Yesus. 55 Lalu mereka berlari-lari ke mana-mana di seluruh wilayah itu, dan mulai membawa orang-orang sakit di atas tikar kepada Yesus. Kalau mereka mendengar bahwa Yesus berada di suatu tempat, mereka membawa orang-orang sakit ke sana. 56 Di mana saja Yesus datang baik di kampung, di kota atau di desa di situ orang selalu datang dan menaruh orang-orang sakit mereka di alun-alun. Lalu mereka minta dengan sangat supaya orang-orang sakit itu diizinkan menyentuh jubah Yesus, biar hanya ujungnya. Semua yang menyentuhnya, menjadi sembuh.

Ayat emas:
Lalu mereka minta dengan sangat supaya orang-orang sakit itu diizinkan menyentuh jubah Yesus, biar hanya ujungnya saja, semua yang menyentuhnya menjadi sembuh (mrk 6 :56)

BUAH KETEKUNAN
Bambang adalah seorang anak kelas 6. Hari –hari mendekati ujian nasional bambang disibukan dengan pelajaran tambahan di sekolah dan les-les lainnya. Semua itu dikerjakan Bambang agar nantinya ia dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun bambang tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah agar mendapatkan kekuatan.
Akibat sering kehujanan ketika mengikuti pelajaran tambahan di sekolahnya, bambang terkena demam berdarah. Dokter menyarankan agar bambang dirawat di rumah sakit dan rajin meminum obat. Dalam keadaan sakitnya bambang tetap tidak melupakan doanya kepada Tuhan. Dengan doanya, ia merasa dikuatkan walau mengalami sakit
Bambang memberikan teladan kepda kita bahwa sesibuk apapun atau dalam situasi apapun kita harus senantiasa berdoa kepada Tuhan Allah. Berdoa adalah berkomunikasi dengan Allah. Dengan berdoa setiap hari, kita menyapa Tuhan yang hadir setiap saat dalam kehidupan kita. (Yosafat Suradi)

5 Februari 2012

Minggu 5 febuari 2012
Mrk 1:29-39
29 Yesus dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan rumah ibadat itu, dan pergi ke rumah Simon dan Andreas. Yakobus dan Yohanes pergi juga bersama mereka. 30 Ibu mertua Simon sedang sakit demam di tempat tidur. Jadi waktu Yesus dan pengikut-pengikut-Nya masuk ke rumah itu, Yesus diberitahukan tentang hal itu. 31 Maka Yesus pergi kepada ibu mertua Simon, dan memegang tangannya, lalu menolong dia bangun. Demamnya hilang, dan ia pun mulai melayani mereka. 32 Petang harinya, sesudah matahari terbenam, orang-orang membawa kepada Yesus semua orang yang sakit dan yang kemasukan roh jahat. 33 Seluruh penduduk kota itu berkerumun di depan rumah itu. 34 Lalu Yesus menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir juga banyak roh jahat. Ia tidak mengizinkan roh-roh jahat itu berbicara, sebab mereka tahu siapa Dia. 35 Keesokan harinya, waktu masih subuh, Yesus bangun lalu meninggalkan rumah. Ia pergi ke tempat yang sunyi di luar kota, dan berdoa di sana. 36 Tetapi Simon dan teman-temannya pergi mencari Dia. 37 Dan setelah mereka menemukan-Nya, mereka berkata, "Semua orang sedang mencari Bapak." 38 Tetapi Yesus menjawab, "Mari kita meneruskan perjalanan kita ke kota-kota lain di sekitar sini. Aku harus berkhotbah di sana juga, sebab itulah maksudnya Aku kemari." 39 Karena itu Yesus pergi ke mana-mana di seluruh Galilea, dan berkhotbah di rumah-rumah ibadat serta mengusir roh-roh jahat.

Ayat emas;
Pagi – pagi benar, waktu hari masih gelap , Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana (mrk 1:35)
HIDUP TANPA MASALAH
Kehidupan satu petani di desa Ringin itu terlihat miskin secara ekonomi, tapi secara umum masyarakat memandang keluarga itu sangat harmonis, tenang dan damai, rasanya tanpa masalah dalam rumah tangga petani itu, bahkan petani itu sering memberikan hasil panennya pada orang yang lebih membutuhkan.
Maka masyarakat di desa itu penasaran dan ingin tahu apa sebernarnya rahasianya. Akhirnya mereka menemukan jawabannya, ternyata keluarga petani tadi selalu mendahulukan Tuhan sebelum melakukan aktivitas, yaitu mulai dari bangun pagi hingga mau tidur lagi keluarga itu selalu berdoa, maka kehidupan mereka damai dan penuh keajaiban (Y.Kiwi astuti)

4 Februari 2012

Sabtu, 4 Febuari 2012
Mrk 6:30-34
30 Rasul-rasul yang diutus oleh Yesus itu kemudian kembali lagi, dan berkumpul dengan Yesus. Mereka melaporkan kepada-Nya semua yang telah mereka perbuat dan ajarkan. 31 Banyak sekali orang yang datang dan pergi, sehingga untuk makan pun Yesus dan pengikut-pengikut-Nya tidak sempat. Sebab itu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, di mana kita bisa sendirian dan kalian dapat beristirahat sebentar." 32 Maka mereka pun berangkat dengan perahu menuju ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi banyak orang sudah melihat mereka meninggalkan tempat itu, dan tahu siapa mereka. Jadi, dari semua kota di wilayah itu, orang-orang berlari-lari melalui jalan darat mendahului Yesus dan pengikut-pengikut-Nya. 34 Ketika Yesus turun dari perahu, Ia melihat orang banyak. Ia kasihan kepada mereka, sebab mereka seperti domba yang tidak punya gembala. Maka Ia pun mulai mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Ayat emas:
“ Ia kasihan kepada mereka, sebab mereka seperti domba yang tidak punya gembala.” (Mrk 6:34)

TEMANI AKU
Setiap jam istirahat , Angel berada seorang diri di kelas. Ketika ditanya ia berkata “kata teman-teman aku bodoh!” Ya, itulah pengalaman Angel apalagi hamper semua temannya tidak peduli padanya, karena ia bodoh
Memang Angel kurang pandai, namun sebenarnya ia anak yang sangat rajin dalam mengerjakan PR dan tugasnya, tetapi sering salah. Dia selalu meminta bantuan temannya. Namun tidak mendapat bantuan sehingga ia merasa sedih
Untunglah ada Bella anak yang baik hati. Setiap jam istirahat ia mendatangi Angel, diajaknya ngobrol, bahkan menemani dan mengajari Angel belajar baik di sekolah maupun di rumahnya
Nah, adik-adik, mari kita belajar seperti Bella, mau peduli kepada teman yang sedang sedih, seperti juga Yesus berbelas kasih untuk menuntun orang-orang yang selalu mencari-Nya (Wiji).

3 Februari 2012

Jumat, 3 Febuari 2012
Markus 6:14-29
14 Berita-berita tentang semua kejadian itu sampai juga pada Raja Herodes, sebab nama Yesus sudah terkenal di mana-mana. Ada orang yang berkata, "Yohanes Pembaptis sudah hidup kembali! Itulah sebabnya Ia mempunyai kuasa melakukan keajaiban itu." 15 Tetapi orang-orang lain berkata, "Dia Elia." Ada pula yang berkata, "Dia nabi, seperti salah seorang nabi zaman dahulu." 16 Ketika Herodes mendengar itu, ia berkata, "Pasti ini Yohanes Pembaptis yang dahulu sudah kusuruh pancung kepalanya. Sekarang ia sudah hidup kembali!" 17 Sebab sebelum itu Herodes telah menyuruh orang menangkap Yohanes, dan memasukkannya ke dalam penjara. Herodes berbuat begitu karena soal Herodias, istri saudaranya sendiri, yaitu Filipus. Sebab Herodes sudah mengawini Herodias, 18 dan mengenai hal itu Yohanes sudah berulang-ulang menegur Herodes begini, "Tidak boleh engkau kawin dengan istri saudaramu itu!" 19 Itulah sebabnya Herodias dendam kepada Yohanes dan ingin membunuh Yohanes, tetapi ia tidak dapat melakukan hal itu, karena dihalang-halangi oleh Herodes. 20 Sebab Herodes telah menyuruh orang menjaga baik-baik keselamatan Yohanes di penjara, karena ia takut kepada Yohanes. Ia tahu Yohanes seorang yang baik yang diutus oleh Allah. Dan memang kalau Yohanes berbicara, Herodes suka juga mendengarkannya, meskipun ia menjadi gelisah sekali karenanya. 21 Akhirnya Herodias mendapat kesempatan pada hari ulang tahun Herodes. Ketika itu Herodes mengadakan pesta untuk semua pejabat tinggi kerajaan, perwira-perwira dan tokoh-tokoh masyarakat Galilea. 22 Di pesta itu anak gadis Herodias menari, dan tariannya itu sangat menyenangkan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Herodes berkata kepada gadis itu, "Engkau suka apa, minta saja. Aku akan memberikannya kepadamu!" 23 Lalu Herodes berjanji kepada gadis itu dengan sumpah. Herodes berkata, "Apa saja yang engkau minta akan kuberikan, bahkan separuh dari kerajaanku sekalipun!" 24 Maka gadis itu keluar dan bertanya kepada ibunya, "Ibu, apa sebaiknya yang harus saya minta?" Ibunya menjawab, "Mintalah kepala Yohanes Pembaptis." 25 Gadis itu segera kembali kepada Herodes dan berkata, "Saya minta kepala Yohanes Pembaptis diberikan kepada saya sekarang ini juga di atas sebuah baki!" 26 Mendengar permintaan itu Herodes sangat sedih. Tetapi ia tidak dapat menolak permintaan itu karena ia sudah bersumpah di hadapan para tamunya. 27 Jadi ia langsung memerintahkan seorang pengawalnya mengambil kepala Yohanes Pembaptis. Maka prajurit itu pergi ke penjara, lalu memancung kepala Yohanes. 28 Kemudian ia membawa kepala itu di atas baki dan menyerahkannya kepada gadis itu. Dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika pengikut-pengikut Yohanes mendengar hal itu, mereka pergi mengambil jenazah Yohanes, lalu menguburkannya.

Ayat emas:
“Tidak boleh engkau kawin dengan istri saudaramu itu” (Mrk 6:18).

Renata … Oh … Renata…
Renata adalah anak orang kaya di kampungnya. Dia suka sekali mentraktir makan teman-temannya. Setiap hari dia selalu main di Timezone sampai sore, dan makan di Mc Donald, sehingga teman-temannya menjadi iri kepadanya.
Suatu ketika bisnis udang windu ayah Renata mengalami kerugian. Renata pun merasa sangat sedih karena tidak bisa melakukan kegiastan seperti dulu, dan tidak satupun teman yang mengajak dia bermain lagi. Lalu datanglah Oline menghampiri dia dan berkata “jangan bersedih hati renata, mungkin dengan peristiwa ini, Tuhan ini agar lain waktu kamu bisa mempergunakan uang sakumu untuk sesuatu yang kamu perlukan bukan yang kamu inginkan”. (Vikih)

2 Februari 2012

Kamis 2 Febuari 2012
Pesta Tuhan Yesus dipersembahkan di Kenisah
Luk 2:22-40

22 Tibalah saatnya Yusuf dan Maria menjalankan adat penyucian menurut hukum Musa. Jadi mereka membawa Anak itu ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan. 23 Sebab di dalam Hukum Tuhan tertulis begini, "Setiap anak laki-laki yang sulung, harus diserahkan kepada Tuhan." 24 Mereka juga bermaksud mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda, seperti yang ditentukan dalam Hukum Tuhan. 25 Pada waktu itu di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik, yang takut kepada Allah dan sedang menantikan saatnya Allah menyelamatkan Israel. Roh Allah menyertai dia, 26 dan Roh Allah sudah memberitahukan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan. 27 Oleh bimbingan Roh Allah, Simeon masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu Yusuf dan Maria membawa masuk Yesus, yang masih kecil itu untuk melakukan upacara yang diperintahkan hukum agama. 28 Maka Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya, lalu memuji Allah, 29 "Sekarang, Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Biarlah hamba-Mu ini meninggal dengan tentram. 30 Sebab dengan mataku sendiri aku sudah melihat Penyelamat yang daripada-Mu. 31 Penyelamat itu Engkau telah siapkan untuk segala bangsa: 32 bagaikan terang yang menerangi jalan bagi bangsa-bangsa yang lain, untuk datang kepada-Mu; yaitu terang yang mendatangkan kehormatan bagi umat-Mu Israel." 33 Ayah dan ibu Anak itu heran mendengar apa yang dikatakan Simeon tentang Anak mereka. 34 Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Anak ini sudah dipilih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang, 35 dan dengan demikian terbongkarlah isi hati mereka. Kesedihan akan menusuk hatimu seperti pedang yang tajam." 36 Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Sesudah tujuh tahun kawin, 37 Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun. Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa. 38 Tepat pada waktu itu juga ia datang, lalu memuji Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan saatnya Allah memerdekakan Yerusalem. 39 Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang diwajibkan Hukum Tuhan, mereka pulang ke Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana sekali dan sangat dikasihi oleh Allah.

Ayat emas:
Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, Ibu anak itu, “Anak ini sudah dipih oleh Allah untuk membinasakan dan untuk menyelamatkan banyak orang Israel. Ia akan menjadi tanda dari Allah, yang akan ditentang oleh banyak orang. ( Luk. 2:34 )
KETUA KELAS
Pada awal tahun pelajaran, Santi dan teman-temannya mengadakan pemilihan Ketua Kelas yang baru. Rapat kelas ini dipimpin langsung oleh Ibu Heni sebagai wali kelas. Melalui pembicaraan, disepakati 3 calon sebagai ketua kelas, yaitu Diah,Deni,dan Vino. Mereka semua sepakat bahwa mereka akan melakukan pemungutan suara untuk memilih ketua kelas bar.
Persiapan dilakukan dengan membuat kartu suara dan tempat mengunpulkan kartu suara. Kemudian kartu suara itu dibagikan ke setiap orang untuk menulis satu nama yang mereka pilih. Hasil sementara pemungutan suara adalah suara Diah dan Vino yang sama banyaknya. Lalu diadakan pemungutan suara lagi. Akhirnya Diah memperoleh suara suara paling banyak dan menjadi ketua kelas.
Vino dengan lapang hati menerima hasil tersebut, demikian pula dengan Deni. Meskipun tidak menjadi ketau kelas, mereka berdua tetap semangat dn mendukung Diah sebagai ketua kelas. Karena mereka bersedia menerima pemimpin mereka dengan senang hati (Yosafat Suradi)

1 Februari 2012

Rabu, 1 Febuari 2012
Mrk 6:1-6
Dari tempat itu, Yesus pulang bersama-sama dengan pengikut-pengikut-Nya ke kampung halaman-Nya. 2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat. Ada banyak orang di situ. Waktu orang-orang itu mendengar pengajaran Yesus, mereka heran sekali. Mereka berkata, "Dari mana orang ini mendapat semuanya itu? Kebijaksanaan macam apakah ini yang ada pada-Nya? Bagaimanakah Ia dapat mengadakan keajaiban? 3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, dan saudara dari Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Ya, saudara-saudara perempuan-Nya pun ada tinggal di sini juga." Karena itu mereka menolak Dia. 4 Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di kampung halamannya, dan di antara sanak saudaranya dan keluarganya." 5 Di tempat itu Yesus tidak dapat membuat sesuatu keajaiban pun, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya ke atas mereka. 6 Ia heran mereka tidak percaya. Kemudian Yesus pergi ke kampung-kampung di sekitar itu, dan mengajar.

Ayat emas:
“Dari mana orang ini mendapat semuanya itu ? Kebijaksanaan macam apakah ini yang ada pada-Nya? Bagaimanakah Ia dapat mengadakan keajaiban? (Mrk 6:2b)
Bagaimana Menjadi Juara
Adi anak kelas IV, dia rajin dan pandai. Diapun punya cita-cita ingin menjadi juara sehingga dia selalu berdoa sebelum dan sesudah belajar. Dia juga rajin membantu orangtuanya dan membimbing adiknya yang baru kelas I. Di malam hari adi selalu berdoa bersama di dalam keluarga sehingga dia benar-benar mendapat anugerah dari Tuhan.
Pada suatu hari dia dipanggil Ibu gurunya untuk diikutkan lomba seleksi MIPA di Kecamatan. Adi menerima dengan senang sekali sehingga pulang sekolah dia sampaikan ke orangtuanya dan orangtuanya senang dan membantu dia. Karena ada semangat dari Adi sendiri dan dukungan dari orang tuanya dan gurunya dia bisa meraih juara di tingkat kecamatan dan Kabupaten. Anugerah ini dia terima karena dia rajin bekerja dan usahanya didukung oleh Tuhan (Lusiana D)

Rabu, 18 Januari 2012

20 Januari 2012

Jumat, 20 JANUARI 2012
Mrk 3:13-19

13 Kemudian Yesus naik ke sebuah bukit, dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya. Orang-orang itu datang, 14 lalu Ia memilih dari antara mereka dua belas orang. Kata-Nya, "Aku memilih kalian, supaya kalian menyertai Aku, supaya Kuutus kalian untuk menyebarkan Kabar Baik dari Allah, 15 dan kalian akan mendapat kuasa untuk mengusir roh-roh jahat." 16 Inilah nama kedua belas orang itu: Simon (yang disebut-Nya juga Petrus), 17 Yakobus dan Yohanes saudaranya, yaitu anak-anak Zebedeus (mereka ini diberi-Nya nama Boanerges artinya "anak guntur"), 18 Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon si Patriot, 19 dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.

Ayat Emas : “ Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit, Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya dan mereka pun datang kepadaNya. ( Mrk. 3:13 )

“ PENAMPILAN YANG TERBAIK “

Bulan depan adalah hari ulang tahun SD Pelangi Kasih yang ke 40 tahun. Suster kepala sekolah berencana merayakan hari yang bahagia dengan misa syukur bersama murid, guru, karyawan dan juga orang tua murid. Segala persiapan sudah dilakukan sejak dini. Dari lagu yang akan digunakan, lector, pemazmur, sampai misdinar.
Setiap kelas harus mengirim perwakilan 5 anak untuk menjadi petugas dalam perayaan misa syukur tersebut. Siang itu, Bu Yuli mengumumkan 5 anak yang mewakili kelas 6B, yaitu : Hery dan Andi menjadi misdinar, lusi, Sari menjadi petugas koor, dan Ratih menjadi lector.
Kata Sari, “ senang rasanya dipilih menjadi petugas. Meskipun capek setiap hari latihan, tapi kulakukan dengan penuh sukacita, karena aku ingin menampilkan yang terbaik. ‘ (Menik )